newsTeknologi

Pemerintah akan memamerkan 5G di 13 wilayah! Inilah tantangannya

Bacawarta.com – Pengamat telekomunikasi memperkirakan setiap lokasi yang akan mencicipi layanan 5G di 13 wilayah Indonesia pada 2024 menghadapi tantangan berbeda.

ITB Ian Yosef M.Edward, Ketua Pusat Riset Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, mengatakan tantangan penyediaan layanan 5G ke destinasi wisata super prioritas mungkin terletak pada penggelaran jaringan serat optik sebagai infrastruktur inti 5G.

Ia menilai beberapa lokasi mungkin tidak terkoneksi melalui serat optik, sehingga penarikan kabel membutuhkan banyak biaya dan waktu.

Ian kepada Bisnis.com, Kamis (25/3/2021), mengatakan, “Daerah di sekitar Nusa Tenggara Timur itu masih dekat dengan jaringan serat optik, tapi ada juga yang jauh.”

Ia menjelaskan pada kendala serat optik tidak ditemukan di 6 lokasi ibu kota di Pulau Jawa. Ia meyakini kota-kota itu telah mendapat akses optik yang baik dari operator telekomunikasi.

Di enam ibu kota Jawa tersebut tidak ada ditemukan masalah serat optik. Ia sudah yakin bahwa kota-kota tercatat bisa mendapatkan akses optik yang baik dari operator telekomunikasi.

Bersamaan dengan itu, persoalan rencana perpindahan dari Jakarta ke Ibukota Negara (IKN) Kaltim terkait dengan kepastian pembangunan. Jika tidak yakin dengan struktur IKN, operator telekomunikasi akan malas memasang fiber. Alhasil, impian untuk menyediakan akses 5G di IKN sirna.

Ian juga menekankan keadaan industri manufaktur. Dia percaya bahwa harus ada kasus yang jelas pada tahun 2024 yang mengharuskan industri manufaktur menggunakan 5G untuk beroperasi, setidaknya untuk meningkatkan efisiensi.

Sementara itu, Nonot Harsono, Ketua Bidang Infrastruktur Pita Lebar Nasional Asosiasi Telematika Indonesia (Mastel), mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika perlu menjelaskan lebih detail rencana penyediaan 5G di 13 lokasi.

“Apa saja yang harus disiapkan di 13 lokasi itu, kabel optik untuk backbone, kabel optik untuk distribusi dan jaringan backhaul, kabel optik ke ribuan BTS, dan seterusnya,” pungkas Nonot.

Baca juga : Twitter berencana menghadirkan fitur respons serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button