news

Haruskah pasien Covid-19 berpuasa selama Ramadhan ? Ini kata WHO dan MUI

Bacawarta.com – Ramadhan 2021 mendatang akan dilaksanakan umat Islam kembali dalam pandemi Covid-19.

Selain itu, kami merekomendasikan agar kami mengambil tindakan perlindungan tambahan untuk menghindari infeksi Covid-19.

Tapi bagaimana jika kita tertular Covid-19 selama bulan puasa Ramadhan ?

Pada Jumat (2/4/2021), WHO telah memberikan pedoman berpuasa saat terjadi pandemi.

Bagi orang yang merasa sehat bisa berpuasa seperti biasa dengan tetap menjaga kekebalan tubuh.

Untuk orang yang terinfeksi Covid-19, WHO merekomendasikan untuk memperhatikan peraturan agama dan berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, WHO juga menyatakan hingga pengumuman pada 18 April 2020 belum ada penelitian tentang puasa dan risiko Covid-19.

Majelis Ulama (MUI) Kota Surabaya, Indonesia mencontohkan, orang yang sakit akibat Covid-19 bisa jadi tidak bisa berpuasa jika dinasihati oleh dokter.

Namun, MUI Kota Surabaya merekomendasikan penggantian cepat di lain waktu setelah sembuh.

Muhammad Munif, ketua MUI Surabaya, setuju.

Sementara itu, orang sehat tetap wajib berpuasa sesuai dengan yang diperintahkan.

Muhammad Munif mengutip perkataan Grid.ID dan menyimpulkan: “Intinya tergantung pendapat dan anjuran dokter. Jika dokter menganjurkan agar tidak berpuasa, maka sebaiknya jangan puasa atau wajib berhenti minum.”

Selain itu, WHO juga menegaskan bahwa prosedur higiene harus diperhatikan dengan menjaga jarak, sering memakai masker dan mencuci tangan.

Baca juga : Bukan Jakarta, internet tercepat Indonesia ada di kota ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button